TUGAS GEOGRAFI
“ TANAH “
Nama : Putra Agung
Kelas : X-6
1. PROSES TERJADINYA (ASAL-USUL)
Tanah berasal dari
pelapukan batuan dengan bantuan
organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai
''pedogenesis''. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai
horizon tanah. Setiap horizon menceritakan mengenai asal dan proses-proses
fisika,
kimia, dan
biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.
Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal
Swiss yang bekerja di
Amerika Serikat, menyebutkan bahwa tanah terbentuk dari bahan induk yang telah mengalami modifikasi/pelapukan akibat dinamika faktor
iklim,
organisme (termasuk manusia), dan relief permukaan bumi (
topografi) seiring dengan berjalannya
waktu. Berdasarkan
dinamika kelima faktor tersebut terbentuklah berbagai jenis tanah dan dapat dilakukan
klasifikasi tanah.
2. SUSUNAN , STRUKTUR , KOMPOSISI TANAH
Susunan tanah .Tanah terdiri dari empat komponen utama yaitu bahan mineral, bahan organik, udara dan air tanah. Pada gambar dibawah diperlihatkan susunan utama tanah berdasarka volume dari suatu jenis tanah dengan tekstur lempung berdebu dengan perbandingan bahan padat dan ruang udara tanah yang seimbang.
Struktur & komposisi tanah merupakan karakteristik fisik tanah yang terbentuk dari komposisi antara agregat (butir) tanah dan ruang antaragregat. Tanah tersusun dari tiga fase: fase padatan, fase cair, dan fase gas. Fasa cair dan gas mengisi ruang antaragregat. Struktur tanah tergantung dari imbangan ketiga faktor penyusun ini. Ruang antaragregat disebut sebagai porus (jamak pori). Struktur tanah baik bagi perakaran apabila pori berukuran besar (makropori) terisi udara dan pori berukuran kecil (mikropori) terisi air. Tanah yang gembur (sarang) memiliki agregat yang cukup besar dengan makropori dan mikropori yang seimbang. Tanah menjadi semakin liat apabila berlebihan lempung sehingga kekurangan makropori.
3. JENIS TANAH / PENGGOLONGAN TANAH
Tubuh tanah (
solum) tidak lain adalah batuan yang melapuk dan mengalami proses pembentukan lanjutan. Usia tanah yang ditemukan saat ini tidak ada yang lebih tua daripada periode
Tersier dan kebanyakan terbentuk dari masa
Pleistosen.
Tubuh tanah terbentuk dari campuran bahan organik dan mineral. Tanah non-organik atau tanah mineral terbentuk dari batuan sehingga ia mengandung mineral. Sebaliknya, tanah organik (
organosol/
humosol) terbentuk dari pemadatan terhadap bahan organik yang ter
degradasi.
Tanah organik berwarna hitam dan merupakan pembentuk utama lahan
gambut dan kelak dapat menjadi
batu bara. Tanah organik cenderung memiliki keasaman tinggi karena mengandung beberapa
asam organik (substansi humik) hasil
dekomposisi berbagai bahan organik. Kelompok tanah ini biasanya miskin
mineral, pasokan mineral berasal dari aliran air atau hasil dekomposisi jaringan makhluk hidup. Tanah organik dapat ditanami karena memiliki sifat fisik
gembur (sarang) sehingga mampu menyimpan cukup air namun karena memiliki keasaman tinggi sebagian besar tanaman pangan akan memberikan hasil terbatas dan di bawah capaian
optimum.
Tanah non-organik di
dominasi oleh mineral. Mineral ini membentuk partikel pembentuk tanah.
Tekstur tanah demikian ditentukan oleh komposisi tiga
partikel pembentuk tanah:
pasir,
lanau (debu), dan
lempung. Tanah pasiran didominasi oleh pasir, tanah lempungan didominasi oleh lempung. Tanah dengan komposisi pasir, lanau, dan lempung yang seimbang dikenal sebagai
geluh (
loam).
Warna tanah merupakan ciri utama yang paling mudah diingat orang. Warna tanah sangat bervariasi, mulai dari hitam kelam, coklat, merah bata, jingga, kuning, hingga putih. Selain itu, tanah dapat memiliki lapisan-lapisan dengan perbedaan warna yang kontras sebagai akibat proses kimia (pengasaman) atau pencucian (leaching). Tanah berwarna hitam atau gelap seringkali menandakan kehadiran bahan organik yang tinggi, baik karena pelapukan
vegetasi maupun proses pengendapan di rawa-
rawa. Warna gelap juga dapat disebabkan oleh kehadiran
mangan,
belerang, dan
nitrogen. Warna tanah kemerahan atau kekuningan biasanya disebabkan kandungan besi ter
oksidasi yang tinggi; warna yang berbeda terjadi karena pengaruh kondisi proses kimia pembentukannya. Suasana
aerobik/
oksidatif menghasilkan warna yang seragam atau perubahan warna bertahap, sedangkan suasana
anaerobik/
reduktif membawa pada pola warna yang bertotol-totol atau warna yang ter
konsentrasi
4. FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN KESUBURAN TANAH
Faktor- faktor yang mmpengaruhi kesuburan tanah itu antara lain:
Ø cacing tanah
Ø kotoran-kotoran hewan (pupuk)
Ø air
Ø suhu
Ø kelembapan
dll
5. FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN KERUSAKAN TANAH
Ø Faktor- faktor peneybab kerusakan tanah:
Teknik budidaya dg pemakain pestisida kimia/ pupuk kimia secara terus menerus dan dosis berlebih menyebabkan pencemaran dan dapat membunuh mikrobia tanah. sehingga tanah tidak subur, kesuburan dg pemupukan kimia hanya sementara saja tidak dapa berlanjut sampai bertahun-tahun.
Ø Penebangan hutan sembarangan atau dengan pembakaran, shg unsur hara akan cepat hilang dan terbawa aliran air.
Ø Pembukaan pertambangan.
Ø Faktor alam seperti curah hujan tinggi, banjir, tanah longsor, kekeringan.
6. APA YANG DI MAKSUD DENGAN PERMEABILITAS TANAH
Permeabilitas adalah tanah yang dapat menunjukkan kemampuan tanah meloloskan air. Tanah dengan permeabilitas tinggi dapat menaikkan laju infiltrasi sehingga menurunkan laju air larian. Pada ilmu tanah, permeabilitas didefenisikan secara kualitatif sebagai pengurangan gas-gas, cairan-cairan atau penetrasi akar tanaman atau lewat. Selain itu permeabilitas juga merupakan pengukuran hantaran hidraulik tanah.hantaran hidraulik tanah timbul adanya pori kapiler yang saling bersambungan dengan satu dengan yang lain. Secara kuantitatif hantaran hidraulik jenuh dapat di artikan sebagai kecepatan bergeraknya suatu cairan pada media berpori dalam keadaan jenuh. Dalam hal ini sebagai cairan adalah air dan sebagai media pori adalah tanah. Penetapan hantaran hidraulik didasarkan pada hukum Darcy. Dalam hukum ini tanah dianggap sebagai kelompok tabung kapiler halus dan lurus dengan jari-jari yang seragam. Sehingga gerakan air dalam tabung tersebut di anggap mempunyai kecepatan yang sama.
7.
DEGRADASI LAHAN & KLASIFIKASI LAHAN
7.
DEGRADASI LAHAN & KLASIFIKASI LAHAN
degradasi tanah yang terpenting di kawasan Asia antara lain adalah erosi tanah, degradasi sifat kimia berupa penurunan kadar bahan organik tanah dan pencucian unsur hara. Perubahan penggunaan lahan dan pola pengelolaan tanah menyebabkan perubahan kandungan bahan organik tanah. Makin intensif penggunaan suatu lahan, makin rendah kandungan bahan organik tanah. Oleh karena itu tanah yang terdegradasi perlu dilakukan upaya rehabilitasi. Dari rehabilitasi ini di harapkan dapat memperbaiki (memulihkan), meningkatkan dan mempertahankan kondisi tanah yang rusak agar berfungsi secara optimal, baik sebagai unsur produksi, media pengatur tata air maupun sebagai unsur perlindungan lingkungan
Klasifikasi kemampuan lahan adalah klasifikasi lahan yang dilakukan dengan metode faktor penghambat. Dengan metode ini setiap kualitas lahan atau sifat-sifat lahan diurutkan dari yang terbaik sampai yang terburuk atau dari yang paling kecil hambatan atau ancamanya sampai yang terbesar. Kemudian disusun tabel kriteria untuk setiap kelas; penghambat yang terkecil untukkelas yang terbaik dan berurutan semakin besar hambatan semakin rendah kelasnya.